Sabtu, 17 Mei 2014

Doa Perlindungan (Khusus untuk Umat Katolik)

Allah bangkit, * maka terseraklah musuh-musuh-Nya,
orang-orang yang membenci Dia * melarikan diri dari hadapan-Nya.
Seperti asap hilang tertiup, * seperti lilin meleleh di depan api,
demikianlah orang-orang jahat * binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang-orang benar bersukacita, *
mereka bersukaria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
Bernyanyilah bagi Allah, * mazmurkanlah nama-Nya,
buatlah jalan bagi Dia * yang berkendaraan melintasi awan-awan!
Nama-Nya ialah Tuhan; * bersukarialah di hadapan-Nya!

Allah, Tuhan kami, - Raja yang mahakuasa dan mahamulia; - Yang
menciptakan segala sesuatu; - Yang mengubah segala sesuatu
hanya dengan kehendak-Mu; - Yang melindungi dan 
menyelamatkan umat-Mu sepanjang zaman; - kami memohon
kepada-Mu - agar Engkau mengusir setiap kekuatan dan tipu
muslihat jahat; - serta seluruh kejahatan yang ditujukan melawan
hamba-Mu ini.

Santo Mikael, Malaikat Agung, - belalah kami pada hari 
pertempuran. - Jadilah pelindung kami - melawan kejahatan dan
jebakan si jahat. - Dengan rendah hati kami mohon - kiranya
Allah menghardiknya; - dan semoga engkau, Panglima Pasukan
Surgawi, - dengan kuasa Allah - mencampakkan ke dalam neraka
- Iblis dan semua roh jahat lain - yang berkeliaran di dunia -
hendak membinasakan jiwa-jiwa.

Salam Maria ...


Semoga bermanfaat. God bless you all. :)

KATKIT (Katekese Sedikit): Itu Milik Katolik

Minggu, 20 April 2014, kita merayakan Paskah, Kebangkitan Tuhan. Orang bisa salah kaprah mengira Jumat, 18 April (2014) itu Paskah. Sebabnya jelas, hari itulah yang ditetapkan sebagai libur nasional. Bulan Mei (2014) ini ada lagi libur nasional untuk kita, umat Katolik: Kenaikan Tuhan. Ada lagi kelak: Kelahiran Tuhan, Natal, 25 Desember.

Cukup jelas, semua libur nasional kristiani ditetapkan berdasar atas masa liturgi Gereja Katolik (sebab sekte yang lain tidak punya masa liturgi!). Kalau kita lihat sekilas, sepertinya semua itu libur nasional (hari raya) untuk semua Kristen, baik Katolik maupun pecah-pecahan Protestan. Namun, kalau kita teliti, semua libur nasional (hari raya) itu adalah "milik Katolik". Tidak satu pun yang merupakan milik Kristen non-Katolik. Cek saja!

Apa dasarnya? Jelas sekali, semua itu ditetapkan berdasarkan masa liturgi Gereja Katolik. Masa liturgi kita itu runtut sekali. Ada saat Yesus dilahirkan, berkarya, sengsara-wafat-bangkit, lalu naik ke surga dan karya-Nya dilanjutkan oleh Para Rasul. Masa liturgi kita itu warisan berabad-abad sejak zaman Para Rasul dan Para Bapa Gereja. Itulah bagian dari Tradisi Suci, ajaran iman Gereja Katolik (Kristen Katolik). Jelas bukan, semua itu milik Katolik. Mari bangga dan bersyukur. Ssst, sekte yang lain bagaimana? Cuma menumpang, menumpang hari raya. Ehem, uhuk! Ketahuan mana yang asli 'kan.

Sumber: BERGEMA edisi 201, Mei 2014

Jumat, 16 Mei 2014

KATKIT - KAMI Terkait Mei dan Oktober

- 1 -

KATKIT (Katekese Sedikit): Oktober dan Mei Berbeda

Oktober merupakan Bulan Rosario. Mei adalah Bulan Maria. Keduanya terkait erat, tapi berbeda. Pada bulan Mei, yang utama adalah "Bunda Maria": pribadi, peran, dan imannya. Pada bulan Oktober, yang inti adalah "Rosario". Beda! Pada bulan Mei, ulah kesalehan yang perlu adalah yang berkaitan dengan Bunda Maria (sebab fokusnya Bunda Maria). Pada bulan Oktober, ulah kesalehan yang perlu adalah BERDOA ROSARIO (sebab fokusnya Rosario).

Sayangnya, ada yang mencampuradukkan begitu saja. Salahkah? Saya tak akan menilai benar atau salah, melainkan mau mendudukkan perkaranya dengan tepat. Begini, semua jenis doa itu baik. Akan lebih baik kalau doa-doa dibawakan pada "tempat"-nya (atau: "waktu"-nya) yang tepat. Contoh: Bapa Kami punya "tempat" tertentu dalam Misa, tak bisa seenaknya didoakan pada sembarang "tempat". Jadi jelas, doa itu baik, tapi masing-masing punya "tempat". Maka, perhatikanlah masing-masing "tempat" itu.

Nah, "tempat" untuk Rosario adalah bulan Oktober. Sayangnya, sementara umat malah mendoakan Novena Salam Maria dsb pada Oktober. Salah? Tentu tidak, jika Rosario tetap didoakan. Sebaliknya, jika pada bulan Oktober Rosario malah ditinggalkan maka jadi "salah". Semoga tahun depan pada Mei dan Oktober, tidak banyak yang "salah tempat" (lagi). ***

Sumber: BERGEMA edisi 195, November 2013

 
- 2 -
 
KAMI (Katekese Mingguan): AVE MARIA

Khristos anesti! Alithos anesti! (Yunani) Christus surrexit! Surrexit vere! (Latin) Kristus telah bangkit! Sungguh telah bangkit! Selamat Paskah.

Syalom aleikhem. Mei adalah BULAN MARIA, berbeda dengan bulan Oktober yang disebut Bulan Rosario. Dalam Bulan Maria, umat Katolik diajak berdevosi (artinya: berbakti dan mohon pertolongan) kepada Sang Theotokos, yaitu Bunda Maria. Salah satu cara berdevosi kepada Bunda Maria adalah banyak berdoa Salam Maria. Dalam bahasa Latin, doa ini disebut AVE MARIA.
 
Ave Maria terdiri atas tiga kalimat. Yang pertama: "Salam, Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu." Kalimat ini sesuai dengan Kitab Suci. (Lukas 1:28). Perkataan ini diucapkan Malaikat Agung Gabriel ketika menyampaikan berita dari Tuhan Allah untuk Bunda Maria. Patutlah orang Katolik mengulangi sapaan Malaikat Agung Gabriel.

Kalimat kedua: "Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus." Ini pun bersumber dari Alkitab (Lukas 1:41). Perkataan ini diucapkan Bunda Elisabet, ibu Yohanes Sang Pembaptis. Ketika dikunjungi Bunda Maria, Bunda Elisabet langsung dipenuhi oleh Roh Kudus. Artinya, Bunda Maria ini "pembawa Roh Kudus". Pantaslah orang Katolik mengulangi perkataan Bunda Elisabet.

Ketiga: "Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati." Ini tidak ada dalam Kitab Suci, tapi ditemukan dalam Tradisi Gereja. Umur doa ini sudah sangat tua, dan kita gunakan sampai hari ini.

By the way, ini Ave Maria dalam bahasa aslinya, Latin: "AVE MARIA, gratia plena, Dominus tecum. Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Jesus. Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae." Catatan: Cara baca seperti membaca bahasa Indonesia.

Sumber: Warta Mingguan Gereja St. Martinus Bandung, 4 Mei 2014


- 3 -

KATKIT (Katekese Sedikit): Dua Novena "Berjumpa"

Pada bulan Mei sebagai Bulan Maria, biasanya umat Katolik rajin berdevosi (artinya: berbakti dan mohon pertolongan) kepada Bunda Maria; salah satunya dengan berdoa Novena Maria (nama lain: Novena Tiga Salam Maria). Pada Mei tahun ini (2013), dua novena "berjumpa". Sebab, ada juga Novena Roh Kudus (nama lain: Novena Pentakosta).
 
Mana yang perlu diunggulkan ketika ada dua pilihan dan harus memilih: Novena Maria atau Novena Roh Kudus? Sesuai ajaran Gereja Katolik, umat perlu mengunggulkan Novena Roh Kudus karena kaitannya yang sangat erat dengan liturgi. Dari sudut kaitannya dengan liturgi, Novena Maria kalah unggul. Bukan berarti tidak penting lho.

Bagaimana konkretnya? Kalau di lingkungan mau ada novena, adakanlah Novena Roh Kudus ketimbang Novena Maria. Artinya, jika ada kegiatan doa novena pada Mei ini, silakan lingkungan memilih mengadakan Novena Roh Kudus. Kalau harus memilih di antara dua novena itu, PILIHLAH NOVENA ROH KUDUS. Namun, kalau umat lingkungan mau dan waktunya ada, adakan dua novena. Tapi, kalau hanya mau ada satu novena bagaimana? Pilihlah Novena Roh Kudus.

Hal ini juga berlaku untuk doa novena secara pribadi. Jika bulan Mei ini (2013) mau berdoa novena, sebaiknya berdoa Novena Roh Kudus pada 10-18 Mei (2013), yaitu setelah Hari Raya Kenaikan Tuhan. ***

Sumber: BERGEMA edisi 189, Mei 2013


- 4 -

KAMI (Katekese Mingguan): NOVENA APA?

Khristos anesti! Alithos anesti! (Yunani) Christus surrexit! Surrexit vere! (Latin) Kristus telah bangkit! Sungguh telah bangkit! Selamat Paskah.

Syalom aleikhem. Salah satu cara berdevosi kepada Bunda Maria adalah berdoa Novena Maria (nama lain: Novena Tiga Salam Maria). Repotnya, pada bulan Mei (2014) juga ada jadwal novena lain, yaitu Novena Pentakosta (nama lain: Novena Roh Kudus). Tanggal untuk Novena Roh Kudus berubah-ubah, tapi harinya pasti, yaitu Jumat s.d. Sabtu.

Jumat kapan sebagai awal Novena Roh Kudus? Jumat persis SETELAH Hari Raya (H.R.) Kenaikan Tuhan. Kenaikan Tuhan pasti jatuh hari Kamis (tanggalnya berubah-ubah). Sabtu kapan sebagai akhir Novena Roh Kudus? Sabtu persis SEBELUM H.R. Pentakosta. Pentakosta pasti jatuh hari Minggu (tanggalnya berubah-ubah). 

Kebanyakan H.R. Kenaikan Tuhan berada pada bulan Mei. Contohnya tahun 2014 ini: 29 Mei. Karena itu, Novena Roh Kudus dimulai 30 Mei dst. Artinya, bisa ada "tabrakan novena", yaitu antara Novena Maria dan Novena Roh Kudus, sebab sama-sama ada pada bulan Mei.

Bagaimana prinsip yang benar? Novena Roh Kudus harus "menang". Waktunya tidak boleh digusur oleh novena lain. Contoh: tanggal 30-31 (Mei 2014) tidak boleh diisi dengan novena lain, misalnya Novena Maria. Tanggal-tanggal tersebut hanya bisa diisi dengan Novena Roh Kudus. Sebab, Novena Roh Kudus jadwalnya sudah tertentu: antara H.R. Kenaikan Tuhan dan H.R. Pentakosta. Maka dari itu, Novena Maria haruslah di luar jadwal yang dikhususkan untuk Novena Roh Kudus. ***

Sumber: Warta Mingguan Gereja St. Martinus Bandung, 11 Mei 2014

----------------------------------------------------------------------------------

Kesimpulan:
1. Bulan Mei adalah Bulan Maria. Pada bulan ini, yang utama adalah "Bunda Maria": pribadi, peran, dan imannya. Biasanya umat Katolik rajin berdevosi (artinya: berbakti dan mohon pertolongan) kepada Bunda Maria. Dua cara di antaranya adalah banyak berdoa Salam Maria (dalam bahasa Latin, doa ini disebut AVE MARIA) dan berdoa Novena Maria (nama lain: Novena Tiga Salam Maria). Tidak wajib doa Rosario. Kalau doa Rosario diutamakan alias tidak berdoa Novena Maria atau tidak banyak berdoa Salam Maria, itu sungguh-sungguh salah penggunaannya. Akan tetapi, apabila berdoa Novena Maria hingga banyak berdoa Salam Maria, juga berdoa Rosario, tidak apa-apa selagi berdoa Novena Maria tidak ditinggalkan. Apabila pada bulan ini ada H.R. Kenaikan Tuhan, maka berdoalah Novena Roh Kudus mulai dari hari Jumat persis SETELAH Hari Raya (H.R.) Kenaikan Tuhan hingga hari Sabtu persis SEBELUM H.R. Pentakosta. Apabila ada doa lingkungan, ingin ada satu novena yang didoakan, karena pada bulan ini ada Novena Roh Kudus, pilih doa Novena Roh Kudus. Pada saat jadwal doa Novena Roh Kudus, dilarang digunakan untuk doa novena lain, misalnya Novena Maria. Kalau ingin bisa doa Novena Maria, doakanlah di luar jadwal Novena Roh Kudus, namun masih pada bulan Mei. Kalau umat lingkungan mau dan waktunya ada, adakan dua novena (Novena Maria dan Novena Roh Kudus). Hal ini juga berlaku untuk doa novena secara pribadi.
2. Bulan Oktober adalah Bulan Rosario. Pada bulan ini, umat Katolik wajib berdoa Rosario. Kalau ada doa Novena Tiga Salam Maria, tidak apa-apa, selagi Rosario tetap didoakan.

Semoga bermanfaat! Tuhan memberkati. :)


Semakin Mengandalkan Kekuatan Tuhan

Artikel saya dimuat di BERGEMA 
edisi 201, Mei 2014




          Semakin bertambah usia kita, hendaknya kita semakin mengandalkan kekuatan Tuhan, bukan kekuatan diri kita sendiri. Meskipun seringkali kita sendiri merasa telah hebat, memiliki banyak pengetahuan, dan berperilaku baik, kita tetap harus terus hidup dengan mengandalkan kekuatan Tuhan.

          “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8)

             Ketika hari baru telah datang, kita mengawalinya dengan berdoa pada Tuhan. Berdoa agar Tuhan memberi kekuatan kepada kita untuk menjalani sepanjang hari itu. Kita juga meminta kekuatan pada Tuhan agar kita sanggup menjalani suatu hari yang memang pasti akan terasa berat hingga kita tidak sanggup menanggungnya sendirian. Kita meminta kekuatan pada Tuhan agar kita sanggup memecahkan masalah yang ada di hadapan kita dengan baik.

      Yang pasti, dengan senantiasa hidup mengandalkan kekuatan Tuhan, kita akan menerima banyak berkat yang datang dari Tuhan. Bisa saja berupa adanya keajaiban atau mukjizat yang tidak pernah kita pikirkan dan duga pada sebelumnya. Memang itulah keajaiban nyata dari sikap kita yang senantiasa hidup mengandalkan kekuatan Tuhan.

            Dengan mengandalkan kekuatan Tuhan, kita akan sanggup menjalani sepanjang hari yang berat. Hingga ketika saat itu berakhir, seringkali kita merasa masih kuat untuk menjalani hari itu. Semua karena sikap kita yang mengandalkan kekuatan Tuhan. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, kita hanya akan sanggup menjalani sebagian dari hari yang berat, alias tidak total atau tidak sepenuhnya. Ya, kita hanya akan sanggup bertahan selama berjam-jam lamanya. Setelah itu, kita akan putus asa atau menyerah.

         Dengan kata lain, sikap senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan memberi kita kekuatan yang bertahan lama. Hingga kita sendiri mampu mengendalikan diri di tengah berbagai godaan yang datang di hadapan kita.

        Sungguh menjadi usaha kita yang tidak berlalu dengan sia-sia ketika kita mengandalkan kekuatan Tuhan. Buktinya, berkat baik senantiasa berlimpah di dalam hidup kita. Karena kita telah percaya sepenuhnya pada Tuhan, maka Tuhan sungguh-sungguh bekerja baik di dalam diri kita. Luar biasa memang! Mari kita sadari sepenuhnya, bahwa Tuhanlah sumber keberhasilan hidup kita. (Hanna Kristina/St. Theresia)
  

Persembahkan Hidup Anda yang Terbaik untuk Tuhan

Artikel saya dimuat di BERGEMA 
edisi 200, April 2014






          Hidup adalah anugerah terindah dari Tuhan. Ya, dengan kata lain Tuhan telah memberi hidup kepada kita secara cuma-cuma. Kalau Tuhan telah memberi hidup kepada kita, bahkan secara cuma-cuma, maka hendaknya kita membalas segala kebaikan-Nya dengan mempersembahkan hidup kita yang terbaik untuk-Nya.
                 Dia telah menciptakan alam dengan begitu indah. Langit biru lengkap dengan awan di pagi hari. Burung-burung berkicau dengan merdunya di pagi hari. Pemandangan gunung-gunung telah tertata secara apik, membuat enak bagi kita yang melihatnya. Pohon-pohon telah tumbuh besar dengan baiknya dan tersediakan banyak di sekitar kita, sehingga berkatnya kita merasa sejuk. Langit hitam di malam hari lengkap dengan bintang-bintang cantik yang bertaburan di mana-mana, membuat kita takjub akan karya tangan-Nya yang luar biasa. Sungguh tak terhitung banyaknya akan keindahan yang telah Dia ciptakan, sehingga kita dapat menikmati keindahan hidup ini. Jangan malu tersipu-sipu apabila semua yang telah diberikan-Nya terasa mewah bagi kita.  
                Sudah banyak keindahan yang telah Dia ciptakan dalam hidup ini. Bahkan Dia telah melakukan semuanya dengan yang terbaik. Semua yang telah Dia berikan, kita tak dapat melukiskannya dengan kata-kata. Kalau Dia telah melakukan semuanya itu dengan yang terbaik, sudahkah kita membalas semuanya dengan mempersembahkan hidup kita yang terbaik untuk-Nya?
        Ketika Anda telah dianugerahi suatu kemampuan oleh Tuhan, sudahkah Anda menggunakan dan mengembangkan kemampuan itu dengan yang terbaik? Bukan agar kemampuan Anda yang telah senantiasa dikembangkan menjadi terlihat hebat bagi banyak orang di sekitar Anda, namun menjadi motivasi tersendiri bagi Anda bahwa Anda yang telah dianugerahi suatu kemampuan oleh-Nya, maka Anda memotivasi diri Anda untuk menggunakan dan mengembangkannya dengan semaksimal mungkin untuk pengembangan diri Anda sebagai sebuah kesempatan baik selagi Anda dianugerahi hidup, yang selanjutnya dipersembahkan kembali hasilnya untuk Tuhan.
                Ketika Anda telah dianugerahi kesehatan baik oleh Tuhan, sudahkah Anda menjaga dan memeliharanya dengan sebaik-baiknya? Anda dapat memilih berhenti merokok hingga sama sekali dan sering mengonsumsi makanan yang bergizi baik, sehingga dapat memberi peluang usia hidup Anda yang panjang dan menikmati hidup bersama orang-orang yang Anda kasihi.
           Ketika kesulitan hidup datang di dalam hidup Anda, Anda memilih untuk berani menghadapi kesulitan tersebut tanpa menggerutu dan menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. Menjadi sebuah tanggung jawab Anda dalam menjalani hidup ini untuk kemudian mempersembahkan yang terbaik untuk-Nya.
              Mari persembahkan hidup kita yang terbaik untuk-Nya! Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati Anda semua. (Hanna Kristina/St. Theresia)


Kamis, 15 Mei 2014

Pelihara Mulut dan Lidah Anda

Artikel saya dimuat di BERGEMA 
edisi 199, Maret 2014





“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” (Amsal 21:23)


            Anda harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan mulut dan lidah untuk Anda. Sebuah anugerah indah yang mahal harganya. Dengan mulut dan lidah, Anda bisa berbicara dan mengunyah makanan. Sungguh nikmat yang tak terkira.
            Namun apabila kita telisik lebih dalam, memelihara mulut dan lidah membantu memelihara diri kita dari kesukaran. Ketika kita menggunakan mulut dan lidah kita untuk berkata-kata yang baik, maka kita terbantu untuk menjadi manusia yang penuh berkat. Ditambah lagi menjadi manusia yang semakin baik kepribadiannya, memiliki kecerdasan emosi yang baik, menjalani hidup dengan penuh percaya diri, semangat, dan lain-lain. Yang pasti, akan melahirkan rasa tenang dalam diri dan damai dalam hati kita. Hal-hal baik yang telah kita bawa akan mendatangkan pengaruh yang baik dalam hidup kita. Itulah sebabnya kita jauh dari kesukaran hidup. Jauh dari rasa kesusahan dalam diri, ditimpa kemalangan, menjadi pribadi yang berkepribadian buruk, hingga hilang semangat dalam diri. Tak heran, kita dipenuhi kesuksesan hidup karena Tuhan telah turut bekerja di dalam diri kita.
Berbeda halnya ketika kita menggunakan mulut dan lidah kita untuk berkata-kata yang buruk. Kita tidak lagi memiliki rasa percaya diri, semangat, hingga tak berdaya. Kita tidak diliputi rasa tenang dalam diri dan damai dalam hati. Kita menjadi manusia yang berkepribadian buruk. Alhasil, hal-hal buruk yang telah kita bawa akan mendatangkan pengaruh yang buruk dalam hidup kita. Kita dipenuhi kesukaran dan kemalangan hidup. Sulit sekali bagi Tuhan untuk bekerja mendatangkan kebaikan dalam diri kita. Apabila kita ingin membalikkannya, agar Tuhan  mendatangkan kebaikan dalam diri kita, maka kita harus mulai menggunakan mulut dan lidah kita untuk berkata-kata yang baik serta membiasakannya dalam keseharian hidup kita. Sesuatu yang mudah untuk dilakukan asal ada niat yang tulus dari dalam hati kita dan komitmen kuat.
Ayat Alkitab di bagian awal tulisan ini adalah salah satu ayat Alkitab yang sungguh sangat menguatkan hati kita, bahkan telah memberikan petunjuk hidup yang baik yang mengarah pada kebenaran. Maka baiklah bila kita senantiasa memelihara mulut dan lidah, agar kelak memelihara diri kita dari kesukaran hidup. Sungguh pasti terbantu membawa hidup kita menjadi lebih baik dan positif. Tuhan sendiri pun rindu untuk mencurahkan kebaikan-kebaikan bagi diri kita semua. Sehingga tiada alasan bagi kita untuk tidak hidup sesuai dengan yang telah disabdakan-Nya. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati Anda semua. (Hanna Kristina/St. Theresia)